Cari Blog Ini

Mengenai Saya
Notifikasi
General

KKN Membangun Desa 2026, Universitas Hamzanwadi Tekankan Dampak Nyata di Desa Sajang



Kabarnusra.com – Universitas Hamzanwadi kembali menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Membangun Desa 2026 sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini resmi dimulai pada Senin (4/5) di Desa Sajang, salah satu desa dengan potensi sosial dan budaya yang kuat di kawasan Sembalun.


Program ini tidak hanya menjadi rutinitas akademik, tetapi dirancang sebagai ruang pembelajaran utuh bagi mahasiswa. KKN diposisikan sebagai proses integratif untuk mengasah kemampuan akademik, profesional, dan personal mahasiswa melalui pendekatan learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.


Dosen Pembimbing Lapangan, Muhammad Adi Junaidi, menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari megahnya program, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat.


“Teman-teman mahasiswa yang saya banggakan, saat tiba di desa, datanglah sebagai pembelajar yang siap tumbuh bersama masyarakat. Bangun kepercayaan lewat sikap sederhana dan tulus. Program boleh hebat, yang paling diingat tetap perilaku yang baik dan sopan. Pulanglah dengan jejak manfaat yang benar-benar dirasakan, bukan sekadar cerita di laporan akhir,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Desa Sajang, H. Lalu Kanahan, menyambut kehadiran mahasiswa dengan pendekatan kekeluargaan dan harapan besar terhadap kontribusi nyata di tengah masyarakat.


“Anak-anakku mahasiswa KKN sekalian, kami menyambut kalian sebagai bagian dari keluarga desa ini. Hiduplah bersama masyarakat, pahami kebiasaan, dan bangun hubungan yang hangat. Kembangkan program yang sesuai kebutuhan warga, terutama dalam literasi, budaya, dan potensi desa. Semoga kehadiran kalian memberi manfaat nyata dan menjadi pengalaman berharga untuk masa depan,” ujarnya.


Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan pemberdayaan, KKN Membangun Desa Universitas Hamzanwadi 2026 diharapkan mampu melampaui sekadar kegiatan seremonial, serta benar-benar menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat desa.




Posting Komentar
Kembali ke atas