Bekali Mahasiswa KKN, IAIH Pancor Tekankan Akhlak dan Pengabdian kepada Masyarakat

 




LOMBOK TIMUR – Sekitar 400 mahasiswa dan mahasiswi Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor mengikuti pembekalan dan pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Kampus IAIH Pancor, Selasa (20/10/2026), tersebut mengusung tema Islam Wasathiyah, Ekoteologi, dan Partisipasi Aktif Mahasiswa.

Pelaksanaan KKN tahun ini difokuskan di sejumlah wilayah di Pulau Lombok. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta berpartisipasi aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Kegiatan pembekalan dan pelepasan ini dihadiri Wakil Rektor I dan II, para dekan, ketua program studi (kaprodi), serta dosen pembimbing lapangan (DPL).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIH Pancor, Abdul Hadi, MA, mengatakan tema yang diusung dalam KKN tahun ini menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat.

"Melalui tema Islam Wasathiyah, Ekoteologi, dan Partisipasi Aktif Mahasiswa, kami berharap mahasiswa memahami misi dan tugas mereka di tengah masyarakat. Mereka harus membawa nilai-nilai tersebut, menunjukkan kepedulian, sekaligus menyusun program yang relevan dengan tema KKN," ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program kerja selama berada di lokasi KKN, tetapi juga harus mampu menerapkan nilai-nilai Islam yang moderat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan membangun keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Sementara itu, Wakil Rektor I IAIH Pancor menegaskan bahwa KKN merupakan kewajiban akademik yang harus ditempuh seluruh mahasiswa. Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Ia menyampaikan empat prinsip yang perlu dipegang mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Pertama, memiliki hati yang lapang untuk menerima anggota kelompok dan kondisi lokasi KKN. Kedua, menjaga pikiran tetap positif terhadap teman kelompok maupun masyarakat setempat.

Ketiga, menjaga akhlak dan perilaku selama berada di lokasi pengabdian. Keempat, menanamkan prinsip untuk memberikan kontribusi dan menebarkan manfaat bagi masyarakat.

"Mahasiswa dan mahasiswi IAI Hamzanwadi Pancor adalah duta-duta kampus di tengah masyarakat. Karena itu, jaga baik-baik kepercayaan tersebut dengan menunjukkan sikap, perilaku, dan kontribusi yang positif," pesannya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor II IAIH Pancor, TGH. Hudatullah, MA, turut mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menjaga akhlak selama menjalankan KKN.

Menurutnya, sikap dan perilaku mahasiswa menjadi bagian penting dalam menjaga nama baik kampus sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di lokasi pengabdian.

Melalui pembekalan dan pelepasan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program KKN secara optimal, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

KKN juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar memahami persoalan sosial, keagamaan, dan lingkungan secara langsung di tengah kehidupan masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama