Cari Blog Ini

Mengenai Saya
Notifikasi
General

TPP Kemendes PDT Gembleng Kader di Wanasaba, Perkuat Input Data Digital untuk Percepat Penanganan Stunting


Lombok Timur - Tim Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi Electronic Human Development Worker (E-HDW) bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Aula Kantor Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (7/7/2026).


Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para kader dalam memanfaatkan aplikasi E-HDW sebagai instrumen pendataan, pemantauan, dan pelaporan program pencegahan stunting secara digital.


Bimtek yang melibatkan TPP tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa itu diharapkan mampu memperkuat akurasi data sasaran stunting di lapangan. Melalui aplikasi berbasis web dan mobile tersebut, KPM dapat mencatat perkembangan layanan bagi ibu hamil, balita, hingga calon pengantin sebagai kelompok prioritas pencegahan stunting.


PIC TAPM Kabupaten Lombok Timur, Abdurrahman, mengatakan seluruh KPM di Kecamatan Wanasaba diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan aplikasi E-HDW agar proses pendataan berjalan maksimal.


"Saya berharap semua KPM desa mampu memaksimalkan proses input data sasaran ke dalam aplikasi E-HDW agar program pencegahan stunting berjalan efektif," ujar Abdurrahman.


Sementara itu, PIC KPM TAPM Kabupaten, Awaludin, S.H., menegaskan validitas data menjadi kunci keberhasilan program penanganan stunting. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.


"Ketepatan input data sangat penting karena akan menentukan kualitas informasi yang digunakan dalam pengambilan kebijakan," katanya.


Di kesempatan yang sama, anggota tim kerja TPP Kecamatan Wanasaba, Mawardi atau yang akrab disapa Bung Mawenk, menilai KPM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting.


"Kader Pembangunan Manusia adalah mata, telinga, dan perpanjangan tangan pemerintah di tingkat paling basis. Tanpa militansi mereka di lapangan, program penurunan stunting nasional hanya akan menjadi angka-angka di atas kertas," tegasnya.


Menurut Mawardi, keberhasilan menekan angka stunting tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif para kader yang terus mendampingi masyarakat secara langsung.


Bimtek tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara KPM dan Tim Pendamping Profesional untuk terus mengawal program percepatan penurunan stunting melalui pendataan yang akurat serta pendampingan berkelanjutan di tingkat desa.

Posting Komentar
Kembali ke atas