Begini Cara Petani Di Lendang Belo Hadapi Musim Kemarau
kabarnusra.com – Musim kemarau kerap menjadi tantangan serius bagi para petani di kawasan Lendang Belo. Keterbatasan sumber air membuat aktivitas pertanian, terutama penyiraman tanaman, menjadi lebih sulit dan membutuhkan usaha ekstra.
Sebelumnya, para petani harus menempuh jarak cukup jauh menuju sungai hanya untuk mendapatkan air. Kondisi ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga menyita waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengelola lahan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, petani setempat kini mulai menerapkan cara sederhana dengan membuat penampungan air hujan di area ladang. Penampungan ini dibuat dengan menggali tanah sedalam kurang lebih satu meter, kemudian dilapisi terpal guna mencegah air meresap ke dalam tanah.
Selain itu, petani juga membuat jalur aliran air dari bagian tanah yang lebih rendah menuju penampungan. Sebuah pipa sederhana dengan panjang sekitar satu lengan orang dewasa dipasang sebagai saluran untuk mengalirkan air hujan langsung ke dalam tampungan.
Dengan sistem ini, setiap kali hujan turun, air akan terkumpul dan dapat disimpan untuk digunakan kembali. Air tersebut dimanfaatkan saat musim kemarau maupun untuk kebutuhan sehari-hari di ladang, seperti menyiram tanaman dan berwudhu.
Upaya ini dinilai efektif karena mampu menghemat tenaga dan waktu petani, sekaligus menjadi solusi praktis dalam memanfaatkan air hujan secara optimal di tengah keterbatasan sumber air.






