IAI Hamzanwadi Pancor Siapkan Dosen Hadapi Tantangan Dunia Kerja Lewat Kurikulum OBE

 


Lombok Timur - Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor terus melakukan pembenahan dalam menghadapi tahun akademik 2026-2027. Salah satunya melalui kegiatan peningkatan kapasitas dosen dalam pelaksanaan perkuliahan dan penilaian berbasis Outcome-Based Education (OBE).


Kegiatan bertajuk "Peningkatan Skill Akademik Dosen: Pelaksanaan Perkuliahan dan Penilaian Kurikulum OBE" tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian program Review Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang sebelumnya telah dilakukan IAI Hamzanwadi Pancor.


Review kurikulum dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan perguruan tinggi mampu merespons tantangan pendidikan tinggi sekaligus memberikan jawaban terhadap kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.


Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, MMPd, membuka secara resmi kegiatan peningkatan skill akademik dosen.


Sementara itu, narasumber kegiatan, Dr. Muammar, M.Pd, menekankan pentingnya penerapan kurikulum OBE bagi perguruan tinggi. Menurutnya, OBE tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif dalam penyusunan borang akreditasi, tetapi juga menjadi pedoman dalam penyelenggaraan proses akademik yang terukur.


"Kurikulum OBE memberikan pedoman penyelenggaraan proses akademik di perguruan tinggi yang terukur dengan target luaran yang lebih konkret," demikian poin yang ditekankan dalam pemaparan materi.


Dr. Muammar juga menyoroti pentingnya evaluasi dan penilaian dalam proses pembelajaran. Dosen dituntut mampu melakukan evaluasi terhadap capaian pembelajaran mahasiswa secara rinci dan komprehensif.


Menurutnya, evaluasi dan penilaian merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Tanpa evaluasi dan penilaian, capaian serta tujuan pembelajaran tidak dapat diukur secara jelas.


Salah satu hal yang menjadi penekanan dalam Kurikulum OBE adalah pencapaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam kerangka Taksonomi Bloom. Aspek yang dinilai mencakup kemampuan kognitif, afektif, hingga psikomotorik mahasiswa.


Dosen juga dituntut mampu melakukan asesmen terhadap pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada setiap mata kuliah yang diampu. Hasil asesmen tersebut kemudian harus dievaluasi dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran.


Seluruh proses tersebut, lanjutnya, harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sahih sehingga hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan serta memiliki validitas dan akuntabilitas.


Kegiatan tersebut diikuti seluruh dosen IAI Hamzanwadi Pancor. Para dosen tampak antusias dan aktif mengikuti pembahasan, termasuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penerapan kurikulum OBE, pelaksanaan pembelajaran, hingga sistem penilaian mahasiswa.


Melalui kegiatan ini, IAI Hamzanwadi Pancor diharapkan semakin siap menerapkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran sekaligus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dalam menghadapi tahun akademik 2026-2027.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama