Lombok Timur - Enam dosen Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor berhasil meraih bantuan pendanaan penelitian dari Direktorat Litbang Diktis Kementerian Agama RI Tahun 2026. Capaian itu sekaligus mengantarkan Yayasan Hamzanwadi Pancor menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Nusa Tenggara Barat yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) penerima dana riset Kemenag tahun ini.
Wakil Rektor I IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abd. Hayyi Akrom, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi bukti meningkatnya budaya riset di lingkungan kampus.
"Alhamdulillah, Yayasan Hamzanwadi Pancor menjadi satu-satunya perguruan tinggi Islam swasta dari Nusa Tenggara Barat yang secara institusional disebutkan dalam SK Litbang Diktis Kementerian Agama RI sebagai penerima dana riset Tahun 2026 pada berbagai klaster penelitian," ujar Hayyi Akrom.
Menurutnya, apa yang diraih enam dosen tersebut tidak lepas dari komitmen kampus dalam mendorong penguatan tradisi akademik dan penelitian. Ia menyebut seluruh sivitas akademika terus didorong untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang berdampak bagi masyarakat.
Hayyi mengatakan arahan Rektor IAI Hamzanwadi Pancor, Tuan Guru Bajang, menjadi salah satu pendorong utama penguatan budaya riset di kampus. Para dosen diminta terus meningkatkan tradisi ilmiah, memperluas kolaborasi, serta mengembangkan penelitian dari berbagai perspektif keilmuan.
"Pesan Bapak Rektor, kami harus terus meningkatkan tradisi ilmiah sesuai kemampuan, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan kajian dari berbagai perspektif ilmu pengetahuan," katanya.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemicu lahirnya lebih banyak penelitian berkualitas dari dosen IAI Hamzanwadi Pancor. Selain itu, kampus juga menargetkan semakin banyak dosen yang memperoleh hibah penelitian dari berbagai lembaga, baik nasional maupun internasional.
"Harapan kami, IAI Hamzanwadi Pancor terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi yang unggul dalam bidang riset dan kajian ilmiah pada masa mendatang," tutupnya.

