Lombok Timur – Karang Taruna Kecamatan Lenek bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi & Produktivitas (BPVP) LOTIM menggelar pelatihan Tailor Made Training (TMT) berbasis kompetensi bagi masyarakat Kecamatan Lenek. Program yang didukung Kementerian Ketenagakerjaan ini berlangsung di Mbulan Cafe Lenek.
Dari program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha mandiri baru yang memiliki skill kompeten di Kecamatan Lenek.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Lenek yang juga Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi KNPI Provinsi NTB, Andi Winata, mengatakan pelatihan TMT merupakan program berbasis kompetensi dengan durasi 80 jam pelajaran yang diperoleh melalui proses pengajuan proposal ke Kementerian Ketenagakerjaan.
"Pelatihan TMT ini berbasis kompetensi dengan total 80 jam pelajaran. Program ini kami peroleh setelah mengajukan proposal melalui sistem e-proposal Kementerian Ketenagakerjaan dan akhirnya disetujui untuk dua paket pelatihan," kata Andi Winata.
Menurut Andi, proses mendapatkan program tersebut tidak mudah karena seluruh dokumen harus diunggah secara daring dan menunggu proses verifikasi dari pemerintah pusat.
"Prosesnya memang cukup panjang karena proposal harus diunggah ke sistem Kemnaker dan menunggu persetujuan dari pusat. Alhamdulillah, kami mendapatkan dua paket program yang sangat baik untuk pengembangan skill yang kompeten bagi peserta yang nanti akan mengembangkan skill di bidang yang diambil," ujar Andi Winata.
Pelatihan ini diikuti 32 peserta yang dibagi ke dalam dua kelas. Materi yang diberikan mengacu pada standar kompetensi, khususnya di bidang pelayanan dan skil pastry agar memiliki daya saing yang lebih baik.
"Materinya lebih kepada bagaimana memberikan pelayanan yang baik, plating produk agar lebih menarik, serta meningkatkan kemampuan peserta supaya mampu bersaing dengan standar internasional," tutur Andi Winata.
Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap materi secara maksimal sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun usaha mandiri.
"Harapan kami, seluruh peserta bisa menyerap ilmu yang diberikan dengan maksimal sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan membuka peluang usaha baru," kata Andi Winata.
Andi menjelaskan, pelatihan ini juga menjadi bentuk pemerataan akses peningkatan keterampilan bagi masyarakat 10 desa di Kecamatan Lenek.
"Kecamatan Lenek memiliki 10 desa dengan kondisi geografis yang berbeda. Masih banyak masyarakat di desa-desa terpencil yang belum pernah mendapatkan pelatihan keterampilan. Karena itu, kami ingin mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan skill kemampuan yang bagus profesional," jelas Andi Winata.
Ia menambahkan, Karang Taruna akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPVP LOTIM agar lebih banyak program pelatihan dapat dilaksanakan di Kecamatan Lenek.
"Keberadaan BPVP LOTIM memang seharusnya memprioritaskan masyarakat di wilayah sekitar. Kami bersyukur kerjasama dengan BPVP LOTIM Yang sudah terjalin dengan baik, bahkan Kepala BPVP LOTIM menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh Program-program Karang Taruna yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat," pungkas Andi Winata.
