Cari Blog Ini

Mengenai Saya
Notifikasi
General

Sekda Lotim Hadiri Pelantikan Pengurus Masjid At-Taqwa Pancor, Dorong Integrasi dengan Ruang Publik

 



kabarnusra.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, menghadiri pelantikan pengurus Masjid At-Taqwa Pancor periode 2026–2030 pada Jumat malam (17/4). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk mengintegrasikan masjid tersebut dengan ruang terbuka publik di sekitarnya.


Menurut Sekda, selain revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Pemda juga merancang konsep pengembangan Masjid Besar At-Taqwa Pancor agar terhubung dengan Ruang Terbuka Publik (RTP). Konsep ini disebut serupa dengan penataan Masjid Besar Masbagik yang kini telah terintegrasi dengan kawasan publik.


“Pemerintah saat ini tengah melakukan pengkajian administratif dan prosedur pengelolaan aset, agar proses hibah atau pemanfaatan lahan tambahan bagi masjid dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sekda.


Ia menjelaskan, usulan perluasan lahan masjid harus melalui tahapan administrasi sesuai prosedur. Biasanya diawali dengan penyerahan hak pengelolaan selama dua tahun sebelum dapat diproses menjadi hibah penuh. “Pak Bupati telah memberikan arahan agar kajian ini segera diselesaikan sehingga aset dapat dikelola optimal oleh pengurus masjid,” tambahnya.


Pemerintah daerah, lanjutnya, menaruh perhatian serius terhadap pengembangan masjid strategis, baik melalui pendanaan APBD maupun fasilitasi aset. Hal ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat religius dan modern. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat sekitar 1.435 masjid di Lombok Timur dengan berbagai kategori, mulai dari Masjid Jami hingga Masjid Agung tingkat kabupaten.


Untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar dari APBD yang akan dikucurkan selama tiga tahun. Revitalisasi ini juga akan diintegrasikan dengan kawasan Taman Tugu di depan Pendopo.


Dalam sambutannya, Sekda juga mengapresiasi integritas pengurus masjid. Ia menilai, pengelolaan masjid yang dilakukan secara sukarela namun tetap transparan menjadi contoh bagi pemerintah.


“Kami di pemerintahan justru harus belajar dari manajemen masjid. Pengurus bekerja tanpa gaji, tetapi mampu menjaga amanah dengan baik. Tradisi transparansi di Pancor menjadi standar moral yang tinggi,” ujarnya.


Dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang mendekati 1,5 juta jiwa, Sekda menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun peradaban sosial. Ia berharap Masjid At-Taqwa Pancor tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan pendidikan umat.


Selain itu, Sekda juga menyampaikan pesan kepada jamaah calon haji asal Lombok Timur agar menjaga adab dan etika selama menjalankan ibadah. Ia mengingatkan agar tidak mudah mengeluhkan kendala teknis di media sosial, melainkan berkomunikasi langsung dengan petugas pendamping.


Pemerintah daerah, katanya, telah menyiapkan petugas kesehatan untuk mendampingi jamaah selama di Tanah Suci. Ia mengimbau jamaah untuk disiplin mengikuti anjuran medis, seperti memperbanyak konsumsi air putih dan buah-buahan.


Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Camat Selong, Lurah Pancor, jajaran pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah calon haji.

Posting Komentar
Kembali ke atas